Komunitas Jazz Chic’s (KJC) kembali menggelar gathering rutin bulanan pada hari Kamis 29 September 2011. Seperti biasa bertempat di parkiran Chic’s Musik Rawamangun. Meski sudah memasuki musim penghujan, namun udara malam itu terasa hangat dengan langit yang cerah. Persiapan sudah dimulai menjelang pukul 19.00. Ada yang istimewa pada gathering bulanan kali ini, yaitu dijadwalkannya untuk tampil kolaborasi para bassist yang tergabung dalam Indonesia Bass Family. Sehingga perlu persiapan ekstra mengenai channel beberapa instrumen bass yang akan digunakan karena biasanya hanya cukup satu amplifier bass saja pada gathering KJC.
Mengawali gathering malam itu, jam session terdiri dari Herman (drums), Erik Andrianto (gitar), Alex Kuple (bass), serta Harry Toledo dan Egi pada piano/keyboard. Jamming ini membawakan 2 buah lagu blues jazz, yaitu Billie’s Bounce dan Mr. PC. Malam di pinggir jalan Pemuda Rawamangun itu langsung beraroma jazz klasik dengan suguhan irama swing dan improvisasi bergantian para musisi yang ber-jamming ria. Penonton pun terlihat langsung memenuhi tempat duduk yang tersedia, sebagian terpaksa berdiri.
Sesudah jam session awal tersebut, tampil di panggung yaitu group Ocean Blue yang terdiri dari Rizky (bass), Egi (piano & keyboard), Yandi (drums), dan Zara (vokal). Ocean Blue langsung menghentak dengan nomor Fusion “Backstreet”, berlanjut Scoop. Lagu ketiga mereka membuat adem suasana dengan nomor lawas First Love yang diaransemen jazzy pop, cukup manis. Sebagai lagu penutup, Ocean Blue kembali memanaskan panggung dengan nomor Fusion “Run For Cover” milik Marcus Miller. Para personil Ocean Blue masih berumur belia, antara 9 tahun sampai belasan, namun mereka mampu menyuguhkan penampilan jazz yang menawan. Sungguh aset bagi masa depan musik jazz Indonesia, harus terus dipupuk.
Berikutnya saat yang ditunggu yaitu penampilan dari IBF (Indonesia Bass Family) yang dimotori oleh Harry Toledo, Alex Kuple, Franky Sadikin, dan Joel. Ini penampilan kedua IBF setelah panggung perdana di Jajan Jazz BSD beberapa bulan lalu. Sheila yang pada Jajan Jazz ikut tampil kali ini berhalangan hadir di KJC, dan digantikan oleh Joel. Dengan dibantu oleh Yandi (drums) IBF langsung menyuguhkan nomor klasik jazz So What yang diaransemen Fusion Funk. Masing-masing keempat bassist yang tampil bergantian berimprovisasi dan berkolaborasi baik dalam pembagian register sound maupun gaya permainan (ada yang sebagai rhythm menjaga beat, ada yang mewakili chord, ada yang perkusif, dan ada yang sebagai lead) sehingga frekuensi rendah dari bass tidak terdengar menumpuk. Seperti dikatakan oleh Harry Toledo, tujuan dari IBF bukanlah ajang adu pamer skill dan teknik permainan bass, tapi bagaimana membuat komposisi musik yang menarik dari beberapa pemain bass dengan gaya dan tipe karakter permainan masing-masing.
Setelah lagu So What, formasi keempat bassist berganti, diisi oleh Andry Yusuf, Aris Susianto, Rizal (dari Kalimantan, terima kasih banyak sudah hadir di KJC ya), dan Joel. Mereka menyepakati memainkan lagu All Blues yang dibuat lebih groovy. Meski baru kali itu tampil bersama, mereka terlihat langsung memposisikan fungsi masing-masing sehingga tidak bertabrakan dalam sound dan tipe permainan.
Kemudian formasi berganti lagi dengan masuknya Syarief dan Harry Toledo menggantikan Joel dan Rizal. Mr PC langsung dimainkan dengan irama Funk, kolaborasi dadakan yang menarik dan mampu menghibur para jazz lovers yang hadir.
Penampilan terakhir dari IBF kembali dengan formasi awal Harry, Alex, Franky, dan Joel memainkan sebuah nomor Fusion dengan saling bergantian berimprovisasi sesuai karakter permainan masing-masing. Memang benar kalau malam itu para jazz lovers yang hadir mendapat sajian yang istimewa karena terhitung ada 8 pemain bass yang tampil, juga beberapa bassist yang hadir dan hanya menyaksikan.
Setelah penampilan IBF yang cukup menggelegar, suasana malam itu kembali dibuat sejuk dengan aksi panggung duo Lani (vokal) dan Matius (gitar) yang memainkan nomor-nomor jazzy easy listening seperti Fly Me To The Moon dan I Will Fly. Menyejukkan malam yang makin menghangat.
Menyusul duo Lani dan Matius, giliran berikut adalah kolaborasi dadakan juga yang terdiri dari Gustam (vokal), Harry Toledo (piano), Joel (bass), dan Yandi (drums). Moody’s Mood menjadi nomor
pembuka yang menyuguhkan karakter vokal jazzy dari Gustam, dilanjutkan dengan sebuah instrumental latin. Lagu Spain dimainkan dengan apik oleh mereka, dan ditutup dengan lagu milik George Benson “Gonna Love You More”. Sungguh suguhan jazzy tunes yang mempesona.
Sesudah itu panggung KJC kembali diramaikan oleh jam session yang diisi oleh Dani (piano), Lani (vokal), Joel (bass), Erik (gitar), Jessy (drums), dan Yulius (flute). Jamming ini membawakan nomor klasik Summertime.
Menyusul jam session berikut adalah Alex (bass), Erik (gitar), Jessy (drums), Yulius (flute), Dani (piano), dan Rere (vokal). Jamming kali ini memainkan dua nomor latin jazz, yaitu Quando-Quando dan The Boy From Ipanema.
Berhubung malam kian larut dan hampir menunjukkan pukul 11 malam, gathering ditutup dengan jamming terakhir dari Erik (gitar), Andry (bass), Jessy (drums), dan Yulius (piano) yang menyuguhkan nomor jazz blues Billie’s Bounce.
Malam itu gathering KJC sangat meriah dan seru, dengan jumlah jazz lovers yang hadir terbilang ramai. Teirma kasih untuk jazz lovers dan para musisi yang tampil, sampai bertemu di gathering KJC berikutnya, salam jazz selalu. (Alex Kuple).




